"Yang pria lari, sempat menyerang Kapolsek. Identitasnya diketahui, doakan saja cepat tertangkap," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin di Pasuruan.
Rumah tersebut pun diketahui ditinggali satu keluarga. Berdasarkan identitas yang diketahui, ABD adalah kelahiran Aceh beralamat Pandeglang, Banten. Adapun istrinya, DR, kelahiran Sidoarjo.
Pasangan suami istri tinggal bersama anaknya yang masih kecil sekira usia enam tahun. Saat ledakan pertama terjadi sekira pukul 11.30 WIB, warga tertangga ABD datang.
"Dipikir ada elpiji meledak. Yang bersangkutan ditolong dalam kondisi berdarah. Kemudian, ada suara anak kecil perempuan menangis. Makin banyak masyarakat datang, yang bersangkutan malah masuk lagi dan bunyi lagi ledakan," ungkapnya.
Saat polisi dan warga hendak mengamankan, lanjut Machfud, ABD melakukan perlawanan. Dia, lalu kabur dengan menggunakan sepeda motor Honda Astrea.
"Yang berdarah-darah dua orang, satu anak kecil sudah dibawa ke rumah sakit, ibunya sedang dilakukan pemeriksaan," ungkapnya. (vvi)