Salah seorang pedagang Pasar Pagi Wahyu Halilintas mengatakan, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan agar revitalisasi Pasar Pagi benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh pedagang.
Menurutnya, masih terdapat pedagang lama yang selama bertahun-tahun menyewa lapak dan rutin membayar retribusi, namun belum memperoleh kios di gedung baru.
Ia juga mengaku masih melihat sejumlah kios yang belum ditempati, terutama di lantai atas.
Kondisi tersebut dinilai membuat aktivitas perdagangan belum berjalan maksimal karena jumlah pengunjung belum merata.
“Kalau memang kios-kios itu sudah ada pemiliknya, harus ada deadline yang jelas kapan mereka wajib membuka usahanya. Kalau tidak dijalankan, harus ada sanksi yang tegas,” ujar Wahyu, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, banyaknya kios yang masih tutup berdampak pada pendapatan pedagang yang sudah lebih dulu membuka usaha.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Nurrahmani mengatakan, pemerintah sebelumnya telah memberikan masa transisi selama tiga bulan bagi penerima kios. Karena masa tersebut telah berakhir, seluruh pemegang kios diminta segera memulai aktivitas usahanya.
“Sesuai perjanjian yang mereka tandatangani, sebenarnya batas waktunya sudah habis. Kami ingatkan lagi, Agustus kios harus sudah diisi. Kalau tidak, akan menjadi aset kami kembali,” katanya.
Nurrahmani menyebut sekitar 30 persen kios masih belum aktif. Setelah batas waktu berakhir, Disdag akan melakukan evaluasi dan mencabut hak penggunaan kios yang tetap kosong untuk kemudian dialihkan kepada pedagang lain sesuai skala prioritas.
“Kalau nanti kami berikan kepada pedagang lain, mereka harus berjualan dulu. Setelah terlihat komitmennya, baru dibuat perjanjian penggunaan kios,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan mengawasi pemanfaatan kios, termasuk menindak dugaan penyewaan yang melanggar ketentuan.
“Tujuan kami bukan sekadar mengisi kios, tetapi memastikan seluruh area Pasar Pagi benar-benar hidup. Kalau semua kios aktif beroperasi, pengunjung akan lebih nyaman, aktivitas perdagangan meningkat, dan pada akhirnya ekonomi para pedagang juga ikut tumbuh,” pungkasnya.
Editor: Erwin