Upaya pencarian dimulai sejak pukul 09.00 WITA dengan menyisir aliran sungai menggunakan lima unit perahu ketinting dan satu unit perahu karet bermesin 40 PK. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari unsur Kepolisian, Basarnas serta beberapa unsur dan warga sekitar.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto melalui Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono mengatakan, fokus pencarian terus dilakukan di sekitar titik korban hanyut hingga radius tiga kilometer ke arah hilir sungai.
“Kami juga melibatkan penyelam tradisional karena mereka memahami karakter sungai di lokasi,” ujarnya.
Hingga Selasa sore, pencarian masih terus dilakukan dan korban belum berhasil ditemukan. Tim gabungan berkomitmen melanjutkan upaya penyisiran hingga korban ditemukan.
“Kami mohon doa dari masyarakat agar korban cepat ditemukan dalam keadaan selamat,” terangnya.
Sementara itu, salah satu rekan korban, Arman, menjelaskan pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 16.30 WITA mereka menyeberangi sungai, kemudian kembali menyeberang sekitar pukul 17.00 WITA.
Saat perjalanan kembali korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus sungai hingga akhirnya terbawa hanyut terbawa arus.
“Kami sudah berusaha menolong, tetapi arus sangat deras dan tenaga kami juga sudah habis setelah menyeberang bolak-balik,” ujarnya.
Meski diketahui korban memiliki kemampuan berenang, namun tidak cukup untuk menghadapi kondisi arus sungai. “Korban bisa berenang, tapi arusnya deras sekali saat itu,” tuturnya.
Editor: Erwin