Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani, sementara harga pupuk yang menjadi kebutuhan utama perkebunan terus mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut kini dikeluhkan para petani sawit mandiri khususnya di Kutai Timur (Kutim). Hampir seluruh perusahaan maupun pabrik kelapa sawit di daerah telah menurunkan harga beli TBS dari petani.
Ketua Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kutim, Nasruddin mengatakan saat ini harga TBS yang diterima petani sudah jauh di bawah standar harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Timur (Kaltim).
“Harga TBS berdasarkan ketetapan Disbun Kaltim rata-rata kisaran Rp3.500 per kilogram, sementara harga di tingkat petani berkisar Rp3.300 per kilogram,” ujarnya.
Namun, menurut dia, kondisi di lapangan kini semakin memburuk. Sejumlah perusahaan dan pabrik penerima TBS yang telah ditetapkan pemerintah justru membeli buah sawit petani dengan harga berkisar Rp 2.700 per kilogram.
“Sekarang beberapa perusahaan atau pabrik membeli TBS petani di bawah harga Rp3.000 per kilogram,” katanya.
Ia menilai penurunan harga tersebut sangat merugikan petani sawit mandiri. Di tengah tingginya biaya operasional kebun, khususnya harga pupuk yang terus naik, turunnya harga jual TBS semakin membebani para petani.
“Pembelian TBS di bawah harga ketetapan ini tentu sangat merugikan para petani,” imbuhnya.
Mewakili para petani sawit, pihaknya berharap pemerintah tingkat kabupaten dan provinsi dapat segera turun tangan meninjau persoalan tersebut. Ia meminta agar perusahaan tetap mengacu pada harga resmi yang telah ditetapkan pemerintah sebelum ada penetapan harga terbaru.
“Tentu kami berharap ada evaluasi. Kami juga meminta agar perusahaan tidak asal menerapkan harga sebelum ada ketetapan harga TBS terbaru dari pemerintah,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah pusat lebih memperhatikan aspirasi petani sebelum menetapkan kebijakan strategis di sektor sawit agar tidak menimbulkan dampak yang memberatkan petani maupun perusahaan mitra penerima TBS dari petani mandiri.
“Penurunan harga TBS ini tentu akan sangat berdampak kepada kami para petani karena harga pupuk sangat mahal,” pungkasnya.
Editor: Erwin