Ditengah kenaikan harga kebutuhan pokok, tekanan ekonomi rumah tangga, hingga tantangan sosial yang terus berubah, semangat berbagi melalui kurban menjadi penanda nilai gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan hal itu saat melaksanakan salat id di Masjid Agung Al Faruq Sangatta.
“Gema takbir yang berkumandang hari ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah SWT sekaligus mengajak kita untuk semakin mempererat ukhuwah," kata Ardiansyah saat memberikan sambutan.
Masyarakat diajak memperkuat kepedulian terhadap sesama dan menumbuhkan semangat berbagi. Turut mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga semangat berkurban di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya ringan.
"Solidaritas sosial menjadi salah satu penopang penting dalam menghadapi tekanan kehidupan yang dirasakan masyarakat saat ini," jelasnya.
Nilai kebersamaan dan gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk tekanan ekonomi yang saat ini dirasakan.
Pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga memberi dampak terhadap pergerakan ekonomi rakyat. Aktivitas jual beli hewan kurban dinilai turut menghidupkan peternak lokal hingga pekerja distribusi dan pengolahan daging.
"Mari menjadikan momentum Iduladha sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dengan mendukung produk dan peternak lokal," pungkas Ardiansyah.
Editor: Aspian Nur