Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim Noviari Noor mengatakan, hasil pemantauan sebagian besar harga kebutuhan pokok masih terpantau stabil. Namun pihaknya memberi perhatian khusus terhadap kenaikan harga cabai yang dalam beberapa hari terakhir mengalami lonjakan akibat terganggunya distribusi pasokan.
Disebutkan, harga cabai di lapangan saat ini tembus Rp90 Ribu per kilogram yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram.
“Kenaikan ini dipicu adanya gangguan distribusi pasokan,” kata Noviari Noor.
Ditingkat agen harga cabai masih berkisar Rp80 Ribu per kilogram. Selisih harga tersebut menunjukkan adanya tekanan distribusi di tingkat pasar yang berpotensi memicu inflasi apabila tidak segera dikendalikan.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap komoditas strategis menjelang Iduladha agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat,” ujarnya.
Selain memantau harga pangan, tim gabungan juga memastikan ketersediaan BBM dan elpiji subsidi 3 kilogram dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama momentum Iduladha.
Wakapolres Kutim, Kompol Ahmad Abdullah mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring langsung di lapangan guna memastikan distribusi kebutuhan masyarakat berjalan lancar.
“Kami memastikan stok bahan pokok, BBM, elpiji subsidi kondisi aman dan mencukupi. Ini penting agar masyarakat dapat menyambut Iduladha dengan tenang dan nyaman,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama masa libur Iduladha, Pemkab Kutim juga telah mengajukan permohonan tambahan distribusi atau extra dropping elpiji subsidi 3 kilogram kepada pihak.
Langkah antisipatif tersebut diharapkan mampu menjaga kestabilan pasokan energi dan kebutuhan pokok masyarakat sehingga gejolak inflasi menjelang Iduladha dapat ditekan.
“Pengawasan akan terus dilakukan guna mencegah adanya penimbunan barang dan praktik curang,” pungkasnya.
Editor: Erwin