Buaya yang ditangkap tersebut berukuran panjang sekitar empat meter yang mana proses penangkapan dilakukan oleh personel gabungan dari organisasi Laskar Kebangkitan Kutai (LKK), Posal Lanal Kenyamukan, Ditpolairud Polda Kaltim, PMI Sangatta serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan).
Proses evakuasi berlangsung dramatis di sekitar lokasi kejadian. Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam, tim gabungan akhirnya berhasil menangkap buaya tersebut sekitar pukul 23.00 WITA atau jam sebelas malam.
Saat proses penangkapan berlangsung, buaya sempat memberikan perlawanan dan berusaha melepaskan diri. Namun reptile buas itu akhirnya berhasil dikendalikan menggunakan tali dan peralatan khusus oleh pawang buaya Anasrullah yang juga merupakan Ketua Paslit LKK Kutim.
Ketua LKK Kutim Rony Effendy menjelaskan, penangkapan dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah adanya korban lain di kawasan perairan Kenyamukan. Tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian setelah menerima informasi kejadian.
"Alhamdulillah buaya yang diduga menyerang seorang anak berhasil diamankan,” kata Rony kepada Korankaltim.com Kamis (14/5/2026) hari ini.
Keberadaan buaya disekitar permukiman dan area aktivitas warga sudah sangat meresahkan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai dan sekitar dermaga.
“Kami tidak ingin ada korban berikutnya. Karena itu penanganan harus dilakukan cepat agar masyarakat merasa lebih aman saat beraktivitas,” sebut Rony lagi.
Orangtua diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak terutama saat bermain di sekitar sungai, parit maupun kawasan perairan lainnya yang berpotensi menjadi habitat buaya.
“Jangan biarkan anak-anak bermain di pinggir sungai atau parit tanpa pengawasan. Orangtua harus lebih waspada karena serangan buaya bisa terjadi kapan saja,” imbaunya.
Pemerintah daerah juga diminta segera mengambil langkah penanganan yang lebih serius terhadap konflik antara manusia dan buaya yang belakangan kerap terjadi di Kutim. “Solusi jangka panjang pembuatan penangkaran supaya buaya tidak lagi berkeliaran di sekitar permukiman warga,” jelasnya.
Diberitakan media ini sebelumnya, Andi Alfiansyah diterkam buaya di kawasan Jalan menuju Dermaga Pelabuhan Kenyamukan sore kemarin hingga mengalami luka robek pada bagian paha kiri dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebelum kejadian Alfiansyah sedang bermain layang-layang bersama beberapa temannya, namun layangan yang dimainkan putus dan jatuh ke area parit atau selokan. Saat berusaha mengambil layangan tersebut, seekor buaya tiba-tiba menyambar kaki anak tersebut.
Editor: Aspian Nur