Direktur Utama Perumdam TTBKT Suparjan mengatakan, penurunan tekanan distribusi air disebabkan oleh menurunnya debit air baku yang menjadi sumber utama produksi perusahaan. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan air ke pelanggan ikut menurun.
“Memang saat ini terjadi penurunan debit air baku, sehingga berdampak pada kinerja pompa distribusi yang belum bisa beroperasi secara maksimal,” ujar Suparjan.
Lanjutnya, pelanggan diinformasikan distribusi air bersih saat ini mengalami gangguan tekanan akibat penyusutan debit sumber air baku. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pelanggan mengeluhkan aliran air yang mengecil, terutama pada jam-jam penggunaan tinggi.
Bagi masyarakat perkotaan, gangguan distribusi air bersih turut memengaruhi aktivitas rumah tangga sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi keluarga.
Suparjan, memastikan pihaknya tengah melakukan langkah penanganan agar distribusi air dapat segera kembali normal. Petugas teknis telah diterjunkan untuk melakukan pemeliharaan serta optimalisasi perangkat pompa produksi.
“Petugas kami sedang melakukan pemeliharaan serta optimalisasi pompa agar debit produksi air bisa kembali maksimal,” ujarnya.
Ia tekankan, berupaya mempercepat proses pemulihan supaya distribusi air kepada pelanggan segera normal kembali. Gangguan distribusi air sendiri menjadi persoalan yang cepat dirasakan masyarakat ketika tekanan air menurun.
Sebagian warga memilih menampung air sejak dini hari, sementara lainnya terpaksa menghemat penggunaan cadangan air yang tersedia di rumah masing-masing.
“Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Harap bersabar selama proses penanganan dan pemulihan distribusi berlangsung,” pungkasnya.
Editor: Erwin