Turnamen bulu tangkis berskala nasional tersebut akan berlangsung selama enam hari dan menjadi ajang perebutan poin nasional bagi para atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan olahraga di Kutim yang dinilai mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia bahkan optimistis Kutim mampu menjadi tuan rumah kejuaraan dengan level yang lebih tinggi pada masa mendatang.
“Kami optimis mampu menjadi penyelenggara Sirnas dengan level yang lebih tinggi. Melihat perkembangan olahraga saat ini, saya yakin daerah ini punya kapasitas untuk terus naik kelas,” ucap Ardiansyah.
Capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak dalam membangun pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Karena itu, ia meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim agar terus menjaga momentum kebangkitan olahraga daerah.
Ia menekankan pentingnya kompetisi rutin sebagai sarana menjaga jam terbang atlet sekaligus memantau perkembangan kemampuan mereka. Selain itu, peningkatan kualitas pelatih lokal juga dinilai menjadi faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi.
“Pembinaan tidak boleh berhenti. Turnamen harus terus digelar dan pelatih daerah juga perlu diperkuat lewat peningkatan kompetensi maupun sertifikasi,” tegasnya.
Di akhir, mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Bertanding dengan semangat dan tetap menjaga sportivitas.
“Selamat datang dan selamat bertanding di Kutim,” imbuhnya.
Diketahui, Bupati Open Kutim 2026 Sirnas C diikuti sebanyak 504 atlet dari 46 klub yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia. Para peserta datang dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku hingga Kalimantan untuk bersaing memperebutkan poin nasional.
Kejuaraan mempertandingkan berbagai kategori usia mulai dari usia dini, anak-anak, pemula, remaja hingga taruna. Baik nomor tunggal, ganda maupun ganda campuran.
Editor: Erwin