Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga distribusi BBM tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Untuk itu, mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing situasi dengan melakukan pembelian berlebihan yang justru berpotensi menimbulkan kelangkaan.
“Jangan sampai masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan karena panik. Kami pastikan distribusi BBM tetap berjalan dan terus kami awasi,” tegasnya.
Pihaknya juga turut memberikan perhatian serius kepada pengelola SPBU agar menjalankan operasional sesuai ketentuan, termasuk penerapan sistem barcode dalam penyaluran BBM subsidi.
Menurutnya, profesionalisme pengelola SPBU menjadi kunci agar distribusi energi bersubsidi ini benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.
“Kami tekankan kepada seluruh pengelola SPBU untuk bekerja sesuai aturan, termasuk penggunaan sistem barcode agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran,” tegasnya.
Ia mengingatkan, segala bentuk penyalahgunaan termasuk penimbunan BBM subsidi merupakan pelanggaran hukum yang akan ditindak tanpa kompromi. Jika ada pihak yang terbukti melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM subsidi akan di proses secara hukum.
“Kami akan proses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, pihaknya terus melakukan patroli dan pengawasan di sejumlah SPBU, sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait aturan distribusi BBM. Dengan adanya kerja sama antara aparat kepolisian, pengelola SPBU dan masyarakat dapat menciptakan distribusi BBM yang tertib dan adil.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan indikasi pelanggaran sehingga bisa segera kami tindaklanjuti,” pungkasnya.
Editor: Erwin