Upaya ini dilakukan melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air serta percepatan pola tanam.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyatakan kesiapan untuk mengoptimalkan sektor pertanian agar tetap produktif di tengah potensi perubahan iklim.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menegaskan, kondisi iklim saat ini secara umum masih relatif aman dari dampak fenomena El Nino yang kerap memicu kemarau lebih panjang, kekeringan dan panas di sejumlah wilayah.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat, potensi dampak El Nino tahun ini diperkirakan tidak akan terlalu signifikan. Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi para petani untuk tetap melanjutkan aktivitas tanam tanpa kekhawatiran berlebihan.
Dari hasil rapat koordinasi, pemkab mendapat penjelasan terkait El Nino tahun 2026 diprediksi tidak berdampak parah. Ini menjadi kabar baik bagi petani agar tetap menanam padi.
Kondisi iklim saat ini masih berada dalam kategori normal, berbeda dengan beberapa wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan lebih tinggi. Kepastian ini dinilai penting sebagai dasar pengambilan kebijakan di daerah, sekaligus memberikan rasa aman bagi petani dalam menyusun kalender tanam. “Kutim masih dalam kondisi yang cukup stabil, sehingga tidak ada alasan untuk menunda musim tanam," kata Mahyunadi kepada Korankaltim.com Senin (20/4/2026) hari ini.
Stabilitas iklim tersebut justru harus dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan produksi pertanian. Pihaknya akan terus mendorong petani agar tetap aktif mengelola lahan dan meningkatkan hasil produksi guna memperkuat ketahanan pangan. “Justru dengan kondisi ini, kita didorong untuk tetap meningkatkan produksi agar ketahanan pangan tetap terjaga,” sebutnya.
Editor: Aspian Nur