Kepastian tersebut disampaikan melalui surat edaran resmi kepada para penerima manfaat dan pihak terkait, setelah sebelumnya distribusi sempat dihentikan sementara per tanggal 5 April 2026.
Kepala SPPG Sangatta Utara 3 Nadia Aulia J menjelaskan, penghentian sementara bukan tanpa alasan. Langkah tersebut diambil untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana operasional.
Peningkatan fasilitas menjadi hal penting guna menunjang kualitas pelayanan serta memastikan makanan yang disalurkan tetap memenuhi standar gizi dan keamanan. “Penghentian distribusi sempat dilakukan karena adanya perbaikan besar pada fasilitas penunjang kegiatan,” kata Nadia kepada Korankaltim.com.
Selama masa penghentian, pihaknya fokus melakukan pembenahan di berbagai aspek, mulai dari fasilitas dapur produksi, sistem penyimpanan bahan makanan, hingga alur distribusi. Hal ini dilakukan agar proses penyediaan dan penyaluran MBG dapat berjalan lebih efektif, higienis dan tepat sasaran.
Setelah seluruh proses perbaikan dinyatakan rampung, pihaknya kini kembali melanjutkan distribusi kepada penerima manfaat. Nadia memastikan operasional telah kembali berjalan dengan optimal dan siap melayani kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok sasaran program. “Proses perbaikan fasilitas sarana dan prasarana untuk menunjang kelancaran operasional telah rampung,” jelasnya.
Keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada kesiapan fasilitas, tetapi juga pada komunikasi dan koordinasi yang baik antara pengelola dan penerima manfaat. Dengan adanya kesepahaman, diharapkan distribusi dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. "Diharapkan manfaat program ini dapat kembali dirasakan bagi masyarakat," sebut Nadia.
Mereka berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan secara berkala guna menjaga kualitas program. Hal ini dilakukan agar penyaluran MBG mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan asupan gizi.
"Segala hal yang kami sepakati agar dimusyawarahkan secara seksama dan didiskusikan agar mencapai kesepahaman," tutup Nadia.
Editor: Aspian Nur