Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Hernando yang saat itu berada di kamar kos milik salah satu korban. Ia mendengar teriakan warga yang panik melihat kobaran api. Hernando kemudian bergegas keluar dan mendapati api sudah membesar dari lantai dua rumah milik Muhayyang.
Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, api mulai berkobar sekitar pukul 14.15 Wita. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di lantai dua rumah milik Muhayyang.
"Api dengan cepat merambat ke bangunan lain karena sebagian besar rumah terbuat dari material kayu," ungkapnya.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara manual sembari menunggu bantuan datang. Selanjutnya, saksi memberitahu pemilik rumah serta meminta bantuan warga untuk mengontak petugas pemadam kebakaran.
"Tak berselang lama, empat unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Bengalon tiba di lokasi. Serta dibantu dua unit tambahan dari perusahaan," ujarnya.
Tiga rumah yang terdampak diketahui milik Muhayyang (59), Mukransyah (55) dan Fitriani (33). Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Tim gabungan bersama warga berjibaku memadamkan api hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 Wita.
“Dugaan awal berasal dari hubungan arus pendek listrik di bagian atas rumah. Namun untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” akunya.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman setelah petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.
"Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp200 Juta," pungkasnya.
Editor: Erwin