Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (TTBKT) mencatat penurunan signifikan debit air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kaliorang.
Direktur Utama Perumda TTBKT, Suparjan, menjelaskan bahwa minimnya curah hujan menjadi faktor utama menurunnya pasokan air baku.
Saat ini, debit air baku hanya berkisar antara 20 hingga 25 liter per detik, jauh di bawah kapasitas normal. Kondisi tersebut berdampak langsung pada distribusi air kepada pelanggan.
“Dalam beberapa minggu terakhir, wilayah Kaliorang tidak mengalami hujan. Akibatnya debit air baku di IPA Kaliorang turun drastis,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Dampak dari kondisi tersebut, distribusi air di sejumlah wilayah tidak dapat berjalan maksimal. Bahkan, untuk wilayah Sangkulirang, pengaliran air sementara mengalami gangguan. Dengan keterbatasan debit ini, distribusi air ke pelanggan di Kaliorang menjadi tidak optimal.
“Bahkan untuk wilayah Sangkulirang, pengaliran air sementara mengalami gangguan atau tidak mengalir,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan, Perumda TTBKT melakukan penyesuaian pelayanan distribusi air, khususnya di Cabang Kaliorang dan Unit Sangkulirang. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah sistem pengaliran air secara terjadwal.
“Pengaliran air di wilayah Kecamatan Kaliorang akan diberlakukan secara terjadwal,” tambah Suparjan.
Kebijakan ini bertujuan agar distribusi air tetap merata ke seluruh wilayah terdampak, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Sistem ini diterapkan agar distribusi tetap merata dan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi,” tegasnya.
Pihak Perumda juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama kondisi ini berlangsung. Selain itu, berbagai upaya teknis terus dilakukan sembari menunggu kondisi cuaca kembali normal.
“Semoga segera turun hujan dalam waktu dekat agar dapat membantu memulihkan debit air baku. Serta pelayanan air bersih bisa kembali maksimal,” pungkasnya.
Editor: Erwin