Peristiwa tersebut terjadi saat pengisian bahan bakar jenis pertalite ke sebuah kendaraan roda empat. Di tengah proses pengisian, mesin dispenser tiba-tiba mengeluarkan beberapa kali ledakan kecil yang disertai percikan api.
Petugas SPBU, Muh. Yahya, mengungkapkan, kejadian berlangsung sangat cepat ketika nominal pengisian hampir mencapai Rp400 Ribu. Melihat kondisi tersebut, petugas langsung bertindak cepat dengan mencabut nozzle dari kendaraan dan menjauhkan sumber api.
“Awalnya pengisian berjalan normal, tapi menjelang selesai tiba-tiba terdengar tiga kali letupan dari mesin, lalu muncul percikan api kecil,” ujarnya.
Upaya pemadaman kemudian dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lokasi. Api berhasil dipadamkan sebelum membesar dan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, ledakan juga sempat terjadi di area bak penampungan BBM meski tidak memicu kebakaran lanjutan.
“Begitu muncul api, kami langsung ambil APAR dan memadamkan titik api agar tidak menyebar. Syukurnya bisa dikendalikan dalam waktu singkat,” jelasnya kepada petugas.
Akibat insiden tersebut, dua mesin pengisian atau dispenser BBM jenis pertalite dan pertamax mengalami kerusakan cukup parah dan sementara waktu tidak dapat digunakan. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
Merespons hal tersebut, jajaran Polsek Muara Wahau menerjunkan langsung ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan awal.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto melalui Kapolsek Muara Muara Wahau, Iptu Sumartono membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat dan memastikan kondisi di sekitar lokasi kini sudah dalam keadaan aman dan terkendali.
“Anggota langsung menuju lokasi untuk mengamankan area serta memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan,” jelasnya.
Sehingga memastikan situasi sudah kondusif dan aktivitas di sekitar lokasi tetap bisa berjalan dengan pengawasan petugas. Pihaknya mengapresiasi kepada petugas SPBU yang dinilai sigap dalam menangani kejadian tersebut sehingga dampak yang lebih besar dapat dihindari.
“Respons cepat petugas sangat membantu. Penanganan awal yang tepat menjadi kunci agar api tidak berkembang menjadi kebakaran besar,” katanya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh pengelola SPBU untuk meningkatkan standar keselamatan operasional, terutama dalam hal pengecekan rutin peralatan.
“Kami mengingatkan pentingnya pemeriksaan berkala pada mesin dispenser dan kesiapan alat pemadam. Ini bagian dari upaya pencegahan,” ujarnya.
Terkait penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk teknisi dari Pertamina yang dijadwalkan akan melakukan perbaikan dalam beberapa hari ke depan.
“Kami masih mendalami penyebab kejadian ini dengan melibatkan pihak teknis agar hasilnya akurat,” pungkasnya.
Editor: Erwin