Kepala Cabang Perumdam Sangatta Utara, Hevi Muhammad, menyebut tren tersebut sebagai indikator keberhasilan transformasi layanan yang tengah dijalankan perusahaan.
Perubahan ini mencerminkan meningkatnya kesiapan masyarakat dalam beralih ke sistem pembayaran berbasis digital. Edukasi yang dilakukan secara bertahap dinilai berhasil mendorong pelanggan untuk meninggalkan metode konvensional.
“Sekarang terlihat jelas perubahannya. Jumlah pelanggan yang datang ke kantor semakin berkurang karena mereka sudah mulai terbiasa menggunakan pembayaran online,” ungkap Hevi, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, pendekatan persuasif yang dilakukan melalui sosialisasi langsung di loket hingga penyampaian informasi secara berulang menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan perilaku pelanggan.
“Kami tidak langsung menutup layanan, tetapi memberikan pemahaman secara bertahap. Pelanggan diberi waktu untuk beradaptasi hingga akhirnya merasa nyaman dengan sistem digital,” jelasnya.
Dalam skema baru ini, pelanggan dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang telah terintegrasi dengan sistem Perumdam. Mulai dari layanan perbankan seperti Bankaltimtara, BRI, Mandiri, hingga BCA dan BNI, hingga platform digital dan ritel modern seperti Shopee, Tokopedia, Indomaret, dan Kantor Pos.
Selain kemudahan pembayaran, Perumdam juga menghadirkan inovasi dalam layanan pengaduan dan administrasi. Salah satunya terkait pembukaan segel sambungan air setelah pelunasan tunggakan, yang kini dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor.
“Jika pelanggan sudah melunasi tunggakan, cukup kirimkan bukti pembayaran ke WhatsApp Call Center kami. Petugas akan langsung menindaklanjuti tanpa perlu antre di kantor,” tambahnya.
Sebagai bagian dari masa transisi, jam operasional layanan di kantor cabang juga telah dibatasi hingga pukul 12.00 WITA. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pelanggan beralih secara penuh ke layanan non-tatap muka.
Pihaknya berharap langkah digitalisasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan dalam mengakses layanan air bersih.
“Ke depan, kami ingin pelayanan yang lebih cepat, praktis, dan bisa diakses kapan saja. Digitalisasi ini adalah langkah menuju sistem pelayanan yang lebih modern,” tutupnya.
Editor: Erwin