Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim Nora Ramadhani menyampaikan, seluruh fasilitas fisik pasar telah rampung dan kini memasuki tahap akhir sebelum operasional. Tim teknis tengah melakukan pengecekan menyeluruh, termasuk pembersihan area dan penataan lingkungan pasar. Percepatan pemanfaatan pasar merupakan bagian dari arahan Bupati agar fasilitas publik yang telah dibangun tidak terbengkalai dan segera memberi manfaat bagi masyarakat.
Pasar tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat transaksi jual beli, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi masyarakat setempat. Keberadaannya diyakini mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi ruang berkembang bagi pelaku UMKM di Kutim.
"Saat ini kami tengah merampungkan skema pengelolaan pasar agar operasional berjalan optimal," kata Nora kepada Korankaltim.com Senin (13/4/2026) hari ini.
Skema tersebut mencakup penataan pedagang, sistem kebersihan dan keamanan, hingga mekanisme retribusi yang transparan. Koordinasi dengan pihak kecamatan terus dilakukan untuk memastikan seluruh kios terisi serta fasilitas pendukung seperti air bersih dan listrik.
Pentingnya penguatan kelembagaan pengelolaan pasar. Dari total 18 kecamatan, saat ini baru terdapat tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar. Ke depan, setiap pasar diharapkan memiliki UPT tersendiri guna mendukung pengelolaan yang lebih profesional.
Pembangunan Pasar Teluk Pandan menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Keberadaan Pasar Rakyat salah satu indikator kemajuan ekonomi suatu kecamatan. Jika perputaran uang di pasar tinggi, hal tersebut mencerminkan daya beli masyarakat dan pengelolaan sumber daya alam berjalan baik.
"Kehadiran pasar baru ini tentu akan menunjang perekonomian masyarakat. Kami melihat adanya protensi perputaran keuangan di tengah masyarakat," tutup Nora.
Editor: Aspian Nur