Korban diketahui bernama Suparman (66), seorang sopir yang berdomisili di Jalan Cut Nyak Dien Gang Milenium, Desa Sangatta Utara. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang dan telah mengeluarkan bau tidak sedap. Ia diduga meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Musrifa yang saat itu tengah mencari ayam peliharaannya di sekitar lokasi kejadian. Karena tidak mendapat respons saat memanggil korban, ia kemudian mendekat dan menemukan korban sudah tergeletak.
“Saya sempat memanggil, tapi tidak ada jawaban. Waktu saya dekati, ternyata beliau sudah terbaring dan banyak lalat di sekitarnya,” ujar Musrifa saat memberikan keterangan ke pihak kepolisian.
Musrifa kemudian meminta bantuan warga lainnya untuk memastikan kondisi korban. Setelah dipastikan meninggal dunia, kejadian tersebut dilaporkan kepada kepala dusun dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Tim Inafis Satreskrim Polres Kutai Timur juga diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, mengatakan hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Namun, kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian,” jelasnya, saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2026).
Berdasarkan analisa awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan warga pada Sabtu (11/4/2026) kemarin. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kudungga menggunakan ambulans PMI untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kematian korban. Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan kejadian mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Kami berharap masyarakat segera melapor jika mendapatkan kejadian yang mencurigakan guna membantu dalam proses penanganan,” pungkasnya.
Editor: Erwin