Ke depan, pembangunan SPPG diingatkan agar tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, khususnya kesiapan fasilitas sanitasi sebelum operasional dimulai.
Setiap unit layanan penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memastikan keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai syarat utama guna mencegah potensi pencemaran di lingkungan permukiman warga.
Ketua DPRD Kutim Jimmi menyampaikan, program MBG sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan gizi generasi muda harus berjalan seiring dengan standar kesehatan lingkungan yang ketat.
Program dinilai sudah sangat baik untuk peningkatan gizi, tetapi operasionalnya tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan. "Kesiapan sanitasi terutama IPAL, harus menjadi prioritas,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menekankan, aktivitas dapur MBG dalam skala besar berpotensi menghasilkan limbah organik dan domestik dalam jumlah signifikan. Karena itu, keberadaan sistem pengolahan limbah yang memadai menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Menurutnya, sejak tahap perencanaan hingga pembangunan, fasilitas pengolahan limbah seharusnya sudah terintegrasi secara menyeluruh.
Hal ini menjadi pembelajaran dari kasus penghentian sementara operasional 12 titik SPPG di Kutim sebelumnya akibat persoalan teknis pada sanitasi.
“Jangan sampai kejadian sebelumnya terulang. Dari awal pembangunan harus sudah dipastikan IPAL siap, supaya tidak terkendala saat operasional,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong agar pengelolaan limbah tidak hanya berhenti pada proses pembuangan, melainkan dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Limbah yang dihasilkan itu seharusnya bisa dimanfaatkan kembali.
"Misalnya diolah menjadi pupuk organik atau produk lain yang memiliki nilai tambah,” jelas Jimmi.
Selain itu, ia mengingatkan agar pengelola SPPG tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan turut memperhatikan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Pengelolaan limbah ini bisa dianggap sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
"Jadi pihak pengelola selain mendapat keuntungan juga harus menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan,” pungkasnya.
Editor: Erwin