Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menunaikan ibadah haji dan mengingatkan jemaah tidak menjadikan ibadah tersebut sebagai ajang kebanggaan semata.
“Haji itu bukan untuk gagah-gagahan atau sekadar mendapat gelar. Semua harus diniatkan karena Allah,” tegas Ardiansyah saat kegiatan berlangsung di Aula Kemenhaj Kutim.
Selain niat, pentingnya kesiapan fisik para jemaah. Menurutnya, rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima, mengingat padatnya aktivitas serta tahapan pemeriksaan kesehatan yang harus dilalui.
“Kondisi di Tanah Suci cukup berat sehingga fisik harus benar-benar dipersiapkan," ujarnya.
Aktivitas ibadah haji aeperti tawaf dan sa’i, membutuhkan stamina yang kuat. Latihan sejak dini menjadi bagian penting agar ibadah bisa dijalankan dengan maksimal.
"Rutin melakukan latihan fisik, seperti berjalan kaki dalam jarak tertentu setiap hari," jelas Ardiansyah.
Sementara Kepala Kemenhaj Kutim Basmawati Sija melaporkan terkait jumlah jemaah haji Kutim tahun ini sebanyak 170 orang. Jumlah tersebut mengalami penyesuaian dari sebelumnya 171 orang, setelah satu jemaah mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
“Dari total awal 171 jemaah, satu orang mengundurkan diri karena harus menjalani perawatan intensif,” jelas Basmawati.
Adapun rincian jemaah terdiri dari 158 jemaah reguler, tiga jemaah lanjut usia (lansia), tiga pendamping lansia, serta lima jemaah dalam kategori penggabungan mahram. Selain itu, terdapat empat petugas haji yang akan mendampingi, sehingga total rombongan mencapai 174 orang.
“Petugas ini akan memastikan pelayanan dan pendampingan berjalan optimal, mulai dari keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” tambahnya.
Nantinya jemaah haji asal Kutim tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 Embarkasi Balikpapan bersama jemaah dari Kabupaten Kutai Kartanegara dan Sulawesi Utara.
“Dengan bergabung dalam satu kloter, diharapkan jemaah bisa saling membantu dan menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah,” papar Basmawati.
Adapun jadwal keberangkatan, jemaah direncanakan bertolak dari Sangatta pada 3 Mei 2026, kemudian masuk Asrama Haji Embarkasi Balikpapan pada 4 Mei 2026 sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.
“Semua persiapan terus dimatangkan, baik administrasi maupun kesiapan jemaah, agar proses keberangkatan berjalan lancar,” pungkas Basmawati.
Editor: Aspian Nur