Berdasarkan data terbaru, sebanyak 82 unit rumah ludes terbakar dan enam rumah lainnya terdampak. Total 109 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Muara Bengkal melalui Kapolsubsektor Batu Ampar, IPDA Adiansyah, menyampaikan dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.
“Berdasarkan hasil analisa sementara, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek atau korsleting listrik dari salah satu rumah warga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain karena sebagian besar rumah terbuat dari material yang mudah terbakar serta kondisi bangunan yang berdekatan.
“Api cepat menyebar karena jarak antar rumah cukup dekat dan material bangunan banyak yang berbahan kayu, sehingga dalam waktu singkat puluhan rumah tidak dapat diselamatkan,” tambahnya.
Meski kerugian material diperkirakan cukup besar, hingga saat ini masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Sementara itu, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Untuk korban jiwa nihil, namun kerugian materil masih dalam tahap pendataan,” tegasnya.
Pihak kepolisian bersama tim gabungan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran, sekaligus membantu proses penanganan pascakejadian bagi warga terdampak.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik di rumah,” jelasnya.
Diketahui, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.15 WITA itu diduga bermula dari salah satu rumah di RT 03. Api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WITA. Proses pendinginan dan penanganan puing-puing bangunan masih berlangsung hingga pukul 00.48 WITA.
Editor: Erwin