Tim manajemen perusahaan menggelar rapat koordinasi strategis untuk memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap terjaga selama perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Rapat tersebut membahas kesiapan teknis sekaligus merumuskan langkah antisipatif guna menghadapi potensi lonjakan kebutuhan air selama masa libur panjang.
Direktur Utama (Dirut) Perumdam TTBKT, Suparjan, menegaskan bahwa momentum hari raya biasanya diiringi peningkatan aktivitas domestik masyarakat yang berdampak langsung pada konsumsi air bersih. Karena itu, seluruh unit pelayanan diminta berada dalam kondisi siaga.
“Perayaan hari besar keagamaan biasanya meningkatkan kebutuhan air bersih masyarakat," jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya memastikan seluruh sistem operasional tetap berjalan optimal selama periode libur. Manajemen telah memetakan kesiapan operasional di seluruh cabang dan unit pelayanan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dukungan logistik untuk menunjang operasional instalasi pengolahan air (IPA) telah dipersiapkan secara matang. Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional mesin serta bahan kimia dalam proses pengolahan air juga dipastikan mencukupi.
Secara umum, seluruh cabang dan unit pelayanan dalam kondisi siap beroperasi selama periode libur.
"Kami telah memastikan dukungan BBM, bahan kimia, serta ketersediaan SDM untuk menjaga kelancaran pelayanan selama Hari Raya Nyepi dan Idulfitri,” katanya.
Tak hanya fokus pada aspek logistik, perusahaan daerah tersebut juga memperkuat kesiapsiagaan sumber daya manusia (SDM). Personel teknis di setiap cabang dan unit pelayanan telah disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan gangguan operasional yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Termasuk meningkatkan koordinasi internal agar respons terhadap kendala di lapangan dapat dilakukan secara cepat. Komunikasi internal harus berjalan aktif.
"Jika ada kendala teknis di lapangan, kami ingin laporan dapat disampaikan segera agar penanganannya tidak terlambat,” ungkap Suparjan.
Manajemen juga meminta seluruh kepala cabang dan kepala unit memaksimalkan pemanfaatan kanal komunikasi digital, khususnya grup WhatsApp, sebagai media pelaporan dan koordinasi secara real-time.
Melalui mekanisme komunikasi tersebut, setiap potensi gangguan layanan diharapkan dapat segera terdeteksi dan ditangani tanpa menimbulkan dampak berkepanjangan bagi pelanggan.
Langkah kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari komitmen dalam menjaga keberlangsungan layanan publik yang vital, terutama pada momen penting keagamaan. Masyarakat tetap merasa nyaman menjalankan ibadah dan merayakan hari raya.
"Sehingga tidak harus khawatir terhadap ketersediaan air bersih di rumah mereka,” tutupnya.
Editor: Erwin