Permohonan penundaan tersebut tertuang dalam surat resmi Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kemlu RI Nomor 00519/PK/03/2026/68/11 tertanggal 1 Maret 2026. Meski demikian, penerbangan langsung menuju Arab Saudi masih dinyatakan aman hingga saat ini.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kutai Timur (Kutim) Basmawati Sija mengatakan, secara regulasi tetap mengikuti arahan pemerintah pusat terkait langkah antisipatif tersebut.
“Prinsipnya kami mengikuti imbauan dari pemerintah pusat. Penundaan ini lebih kepada upaya kehati-hatian demi menjaga keselamatan jemaah,” kata Basmawati.
Ia menjelaskan, imbauan tersebut terutama ditujukan bagi perjalanan umrah yang menggunakan penerbangan transit melalui sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
“Kalau penerbangan tidak langsung atau transit tentu perlu dipertimbangkan kembali. Kami menyarankan jemaah menunda dulu sampai kondisi kawasan benar-benar stabil,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini bersifat sementara dan akan kembali dievaluasi seiring perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan biro Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memantau perkembangan terbaru.
“Begitu situasi dinyatakan aman tentu keberangkatan bisa kembali berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Menurutnya, penundaan penerbangan bagi mereka yang menggunakan pesawat transit ke negara teluk seperti Dubai, Oman, dan Qatar. Karena penerbangan ke negara tersebut ditutup.
Terpisah, pimpinan Amanina Tour & Travel Biro Umrah dan Haji, Sulasih memastikan hingga saat ini keberangkatan jemaah yang menggunakan penerbangan langsung (Direct flight) masih berjalan normal tanpa kendala.
“Alhamdulillah jemaah kami yang berangkat maupun yang pulang tidak ada yang tertahan. Semua menggunakan penerbangan langsung Garuda Indonesia,” jelas Umi Asih sapaan akrabnya.
Ia mengatakan, rombongan jemaah berangkat melalui rute Balikpapan–Jakarta–Jeddah dengan sistem penerbangan langsung menuju Arab Saudi.
“Jadwal penerbangan berjalan tepat waktu. Kami bersyukur rombongan tidak mengalami penundaan atau tertahan di bandara,” ungkapnya.
Pihaknya juga telah menjadwalkan kembali keberangkatan jemaah umrah berikutnya pada 9 Maret mendatang dengan durasi perjalanan sekitar 17 hari.
“Sejauh ini belum ada pemberitahuan dari maskapai terkait pembatalan atau penundaan,” ujarnya.
Sehingga pihaknya tetap melanjutkan pemberangkatan jemaah hingga menjelang lebaran. Selama Ramadan tahun ini, pihaknya telah memberangkatkan dua gelombang jemaah umrah.
“Dalam waktu dekat jumlah jemaah yang bakal berangkat berkisar 150 orang,” pungkasnya.
Editor: Erwin