Upaya ini dilakukan dengan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas produksi dan distribusi air, khususnya di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo.
Direktur Utama (Dirut) Perumda TTBKT, Suparjan turun langsung melakukan inspeksi lapangan untuk memastikan seluruh proses pengolahan berjalan optimal.
Pengecekan dimulai dari bak pra-sedimentasi dan area intake guna memvalidasi kelancaran suplai air baku Kemudian berlanjut ke gudang bahan kimia, unit Water Treatment Plant (WTP), hingga mesin pompa distribusi.
Pihaknya ingin memastikan seluruh tahapan produksi air, mulai dari pengambilan air baku sampai distribusi ke pelanggan.
“Agar bisa berjalan tanpa hambatan, khususnya selama Ramadan ketika kebutuhan masyarakat meningkat,” ujar Suparjan.
Selain memantau operasional, Suparjan juga memberikan sejumlah arahan strategis untuk peningkatan infrastruktur. Ia meminta penguatan aspek keamanan lahan melalui pemagaran dan pemasangan pondasi batas di jalur intake.
Sterilisasi serta penataan gudang bahan kimia agar lebih rapi, hingga penambahan kanopi di bagian belakang gedung sebagai area istirahat petugas demi menunjang kenyamanan kerja.
“Kenyamanan dan keamanan fasilitas harus menjadi prioritas. Dengan infrastruktur yang baik, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin maksimal,” tegasnya.
Sementara Asisten Manajer Perawatan, Daniel Linggi mengatakan, pihaknya telah menginventarisasi sejumlah perbaikan penting sesuai arahan Dirut. Fokus pembenahan mencakup pengokohan dudukan mixer bahan kimia dan restorasi bagian WTP yang mengalami korosi, termasuk peninggian lantai ruang pompa guna menghindari potensi gangguan teknis akibat genangan air.
Pihaknya pun segera menyusun rencana anggaran biaya berdasarkan hasil temuan di lapangan.
“Nantinya akan dilaporkan kepada Manajer Produksi agar eksekusi perbaikan bisa segera berjalan,” pungkasnya.
Editor: Erwin