Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu, 27–28 Februari 2026.
Selama proses pengerjaan, distribusi air bersih ke sejumlah desa akan mengalami gangguan atau tidak mengalir sementara waktu.
Direktur Utama (Dirut) Perumda TTBKT, Suparjan menyampaikan, pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan keandalan jaringan distribusi air bersih di wilayah Rantau Pulung dan sekitarnya.
“Pemasangan jembatan pipa ini kami lakukan untuk memperkuat jaringan distribusi utama, khususnya di wilayah SP4 Desa Rantau Makmur,” ujarnya saat dikonfirmasi Korankaltim.com.
Adapun langkah teknis yang harus dilakukan agar suplai air ke depan lebih stabil dan meminimalisir potensi kebocoran maupun gangguan akibat faktor alam.
Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan dimulai pada Jumat pukul 08.00 hingga 16.00 WITA dan dilanjutkan pada Sabtu pukul 08.00 hingga 15.00 WITA.
Selama pengerjaan berlangsung, distribusi air bersih dipastikan terdampak di enam desa, yakni Desa Masalab Raya, Desa Mukti Jaya, Desa Kebun Agung, Desa Margo Mulyo, Desa Pulung Sari dan Desa Rantau Makmur SP4.
Pihaknya mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk melakukan penampungan air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai.
Seluruh pelanggan di wilayah terdampak agar menampung air sebagai persediaan selama pekerjaan berlangsung.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan. Setelah pekerjaan selesai, distribusi akan kembali normal secara bertahap,” tegasnya.
Pihaknya telah menginstruksikan jajaran teknis di lapangan agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga gangguan layanan tidak berlangsung lebih lama dari jadwal yang ditetapkan.
“Tim kami sudah disiapkan agar pekerjaan ini selesai sesuai target. Kami juga akan terus melakukan pemantauan agar proses normalisasi distribusi berjalan lancar,” tutupnya.
Editor: Erwin