Direktur Utama (Dirut) Perumda TTBKT, Suparjan menegaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi sebagaimana yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Perhatian utama diarahkan pada potensi gangguan teknis yang dapat menghambat pengaliran air bersih kepada pelanggan.
“Setiap memasuki Ramadan kami selalu melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada peralatan utama agar potensi kerusakan bisa ditekan sejak awal,” ujarnya.
Menurutnya, langkah pemeliharaan difokuskan pada pemeriksaan berkala pompa air baku, panel intake, hingga ruang genset guna menjaga stabilitas produksi. Selain itu, kualitas sumber air baku juga menjadi perhatian agar mutu air yang disalurkan tetap terjaga.
Pemakaian air bersih selama Ramadan cenderung mengalami peningkatan dibandingkan bulan biasa. Lonjakan pemakaian umumnya terjadi saat kegiatan memasak menjelang berbuka, sahur, hingga kebutuhan air di tempat ibadah.
“Biasanya kebutuhan air naik cukup signifikan karena aktivitas keagamaan dan rumah tangga berlangsung hampir bersamaan pada waktu-waktu tertentu,” jelas Suparjan.
Upaya lain yang dilakukan yakni pembersihan instalasi pengolahan air serta sumur intake guna memastikan kebersihan dan kelancaran aliran.
“Langkah ini penting agar kualitas layanan kepada pelanggan tetap optimal selama periode Ramadan,” pungkasnya.
Editor: Erwin