Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan sudah sejak lama memiliki gerakan kebersihan yang dilaksanakan secara berkala mulai tingkat kecamatan hingga desa. Program seperti jumat bersih dinilai menjadi wujud konsistensi pemerintah daerah dalam membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.
“Kegiatan bersihkan lingkungan sekitar sebenarnya sudah menjadi rutinitas kita. Tinggal bagaimana konsistensinya ditingkatkan agar dampaknya bisa dirasakan” ujarnya.
Namun saat ini, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius. Pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan agar sistem pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan bersih lingkungan semata, tetapi juga menyentuh aspek pengolahan akhir.
Tentu partisipasi masyarakat dan dukungan pihak swasta juga harus menunjukkan hasil positif. Dengan menjalankan program kebersihan berbasis komunitas yang dinilai efektif membangun budaya peduli lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Kolaborasi itu yang kita dorong. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kalau budaya bersih sudah tumbuh maka persoalan sampah bisa kita tekan secara bertahap," pungkasnya.
Editor: Erwin