Penguatan Sawit di Kutai Timur Selaras dengan Potensi Daerah Sesuai Arahan Presiden
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA- Pemerintah pusat ingin memperkuat sektor kelapa sawit sebagai satu diantara pilar utama pembangunan nasional.
Arahan Presiden Prabowo Subianto tersebut menekankan kalau kelapa sawit harus dipandang sebagai komoditas strategis yang memiliki nilai tambah besar, baik dari sisi ekonomi maupun kemandirian bangsa.
Menanggapi hal tersebut Bupati Kutai TimurArdiansyah Sulaiman menilai sangat relevan dengan kondisi daerah di Kutim. Menurutnya, kelapa sawit tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bahan baku berbagai produk penting lainnya.
“Produk turunan sawit bukan hanya minyak goreng tetapi juga obat-obatan, kosmetik hingga bahan bakar," jelas Ardiansyah kepada Korankaltim.com Sabtu (14/2/2026).
Sejumlah negara di Eropa pun masih meminta sawit Indonesia. Tingginya permintaan pasar internasional terhadap komoditas tersebut yang menunjukkan posisi sawit masih sangat dibutuhkan dunia.
“Sawit harus dilihat sebagai kekuatan ekonomi nasional yang memberi nilai tambah besar. Komoditas sawit memang dibutuhkan secara global," ujarnya.
Karena itu
arahan presiden masih selaras dengan perkembangan sektor perkebunan di Kutim yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
“Jadi saya kira arahan presiden itu sangat pas dengan kondisi Kutim yang pembangunan sawitnya terus berkembang," ucapnya.
Keberadaan sektor sawit tidak hanya berkontribusi pada pendapatan daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan roda perekonomian pedesaan. Banyak warga yang menggantungkan hidup sebagai petani plasma, pekerja kebun, hingga pelaku usaha turunan berbasis sawit.
“Banyak masyarakat kita hidup dari sawit, maka pengelolaannya harus dijaga dengan baik,” jelas Ardiansyah.
“Kami ingin sektor sawit maju, berkelanjutan dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," tutup Ardiansyah.
Editor: Aspian Nur









