Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan vaksin didistribusikan secara bertahap ke 21 puskesmas, rumah sakit serta sejumlah klinik yang telah ditunjuk sebagai lokasi pelayanan vaksinasi.
“Sebanyak 4 ribu dosis vaksin Qdenga produksi Takeda telah kami distribusikan ke fasilitas pelayanan kesehatan di Kutim,” ujarnya.
Menurutnya, vaksin Qdenga dapat diberikan kepada masyarakat usia 5 hingga 60 tahun dan berfungsi melindungi dari empat serotipe virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti.
Pelayanan vaksinasi dilakukan secara gratis dan tersebar di berbagai fasilitas kesehatan guna memudahkan akses masyarakat. Program ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah dan pusat, dengan seluruh vaksin berasal dari bantuan Bio Farma. Langkah preventif ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus DBD di Kaltim.
“Data mencatat terdapat 2.210 kasus DBD di Kaltim dengan 252 kasus terjadi di Kutim,” sebut dia.
Vaksinasi ini diharapkan mampu menurunkan angka kasus DBD secara signifikan. Selain vaksinasi, Dinkes Kutim juga terus mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), fogging di wilayah rawan, serta edukasi kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat aktif melakukan PSN agar pengendalian DBD berjalan optimal,” pungkasnya.
Editor: Erwin