Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim, Cut Meutia mengatakan, tahun ini pihaknya memprioritaskan peningkatan populasi seluruh jenis ternak, baik unggas maupun ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Langkah ini dinilai strategis untuk menjamin ketersediaan pangan hewani bagi masyarakat.
“Fokus utama kami tahun ini peningkatan populasi ternak. Jika peternak lokal kuat dan produksinya meningkat, ketahanan pangan daerah akan semakin terjaga,” jelas dia.
Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan kepada kelompok-kelompok peternak yang memiliki kemauan dan komitmen untuk mengembangkan usaha peternakannya.
Peningkatan populasi ternak tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan hewani masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi peternak lokal agar lebih mandiri dan berdaya saing.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan DTPHP Kutim terhadap program unggulan Pemerintah Daerah di sektor ketahanan pangan.
Menurutnya, peran aktif peternak menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan peternakan daerah. Karena itu, DTPHP Kutim juga mendorong munculnya inovasi dan keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan usaha peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Sekarang ini sudah zamannya generasi milenial. Peternak tidak harus selalu orang yang sudah tua,” imbuh dia.
Menurutnya, anak-anak muda juga harus berani terjun ke dunia peternakan dengan memanfaatkan teknologi dan manajemen yang lebih modern.
Apabila peternak lokal semakin kuat, produksi meningkat dan kualitas ternak terjaga, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kokoh. Kondisi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan hewani dari luar daerah.
“Inilah yang terus kami dorong melalui pendampingan, bantuan, dan program pembinaan peternak,” pungkasnya.
Editor: Erwin