Pembersihan tersebut dilakukan menyusul tersumbatnya intake akibat banjir yang melanda wilayah Bengalon dalam beberapa waktu lalu. Material lumpur dan sampah terbawa arus sehingga menghambat aliran air baku menuju instalasi pengolahan air.
Sejumlah petugas Perumda TTBKT tampak turun langsung ke area intake untuk membersihkan endapan lumpur serta sampah yang menutup saluran, guna memastikan distribusi air baku kembali normal.
Direktur Utama (Dirut) Perumda TTBKT Suparjan mengatakan, upaya pembersihan tersebut dilakukan agar distribusi air bersih kepada pelanggan dapat kembali normal secepatnya. Saat ini petugas tengah melakukan pembersihan intake yang tersumbat akibat banjir.
“Upaya ini dilakukan agar proses pengaliran air dapat kembali normal secepatnya,” ujar dia.
Perumda TTBKT menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terganggunya layanan air bersih akibat kondisi alam yang tidak dapat dihindari tersebut.
“Mohon kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan selama proses pembersihan berlangsung,” katanya.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemantauan dan pembersihan lanjutan untuk memastikan sistem intake berfungsi optimal dan pasokan air bersih kembali stabil di wilayah Bengalon dan sekitarnya.