Laporan kemunculan buaya segera ditindaklanjuti oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Disdamkartan) Kutim. Petugas diterjunkan ke lokasi dengan membawa peralatan khusus untuk mengamankan satwa liar tersebut.
Kepala Regu Rescue Disdamkartan Kutim Agus Kurniadi mengatakan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan semua pihak. “Ukuran buaya cukup besar, sehingga kami harus ekstra hati-hati. Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada warga maupun petugas yang terluka,” kata Agus Kamis (15/1/2026) hari ini.
Proses pengamanan berlangsung cukup lama karena buaya sempat berada dekat rumah warga. Setelah berhasil dikendalikan, buaya tersebut diamankan sementara di kantor Disdamkartan Kutim.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Penyelamatan, Evakuasi dan Investigasi Disdamkartan Kutim, Abdul Muis, menyebut kemunculan buaya di kawasan Gang Banjar bukanlah kejadian baru.
“Wilayah ini memang berbatasan langsung dengan habitat buaya muara. Karena itu, potensi kemunculan satwa liar seperti ini masih tinggi,” jelasnya.
Warga diminta agar membatasi aktivitas di sekitar sungai, khususnya pada sore hingga malam hari. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak. Tetap waspada dan mengurangi aktivitas di sekitar bantaran Sungai.
“Anak-anak jangan dibiarkan bermain di bantaran sungai. Ini sangat berbahaya, apalagi saat kondisi air pasang dan banjir,” tegasnya.
Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) atau Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) untuk proses pengambilan dan penempatan buaya ke lokasi penangkaran yang sesuai kewenangan. "Sementara buaya yang telah di evakuasi di bawa ke kantor dan tinggal menunggu arahan," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur