Berkat gerak cepat aparat kepolisian dan dukungan masyarakat, para tahanan kini telah diamankan dan kembali menjalani proses hukum sesuai ketentuan.
Hal tersebut dibenarkan oleh Ps. Kasubsi Penmas Si Humas Polres Kutai Timur, Aiptu Wahyu Winarko. Menurutnya, keempat tahanan berhasil diamankan setelah dilakukan operasi pengejaran selama tiga hari secara terkoordinasi sejak laporan pelarian diterima.
“Begitu menerima laporan, kami langsung membentuk tim gabungan dan melakukan pengejaran secara menyeluruh,” kata Aiptu Wahyu Winarko saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Minggu (11/1/2025).
Hingga akhirnya keempat tahanan berhasil amankan dalam kondisi lengkap. Awal mulanya, aparat melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para tahanan, mulai dari kawasan permukiman, perkebunan, hingga jalur pesisir. Informasi dari warga menjadi kunci penting dalam mempersempit ruang gerak pelarian.
“Informasi masyarakat sangat membantu. Warga cepat melapor ketika melihat gerak-gerik mencurigakan,” jelasnya.
Adapun deretan keempat tahanan yang kabur yang diamankan. Penangkapan pertama yakni, Ahmad Kadafi alias Gesa, tersangka kasus pencurian dengan pemberatan, serta Rudy yang terjerat kasus pencabulan.
“Kedua tahanan itu berhasil ditangkap pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 13.40 Wita berdasarkan hasil penyisiran intensif di sejumlah titik,” jelasnya.
Kemudian menyusul Alhafsi alias Hafsi, tahanan kasus narkotika ditangkap sekitar pukul 20.10 WITA di kawasan perkebunan, tepatnya di Jalan Poros 3 Blok 23 PT SKP Afdeling Fanta.
“Terakhir mengamankan Andi A bin Asrudin dengan kasus pencurian dengan pemberatan hingga mengakhiri proses pencarian,” jelas dia.
Atas peristiwa tersebut, Polres Kutim akan melakukan evaluasi internal terkait insiden kaburnya tahanan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Selain melanjutkan proses hukum terhadap para tahanan, pihaknya juga akan memperketat pengawasan dan melakukan pembenahan sistem pengamanan.
Keamanan tahanan menjadi perhatian serius. Dengan tertangkapnya kembali keempat tahanan tersebut, situasi keamanan di wilayah Kutim dipastikan telah kembali kondusif.
“Kami apresiasi masyarakat telah berperan aktif menerima informasi memudahkan dalam pengejaran para narapidana,” pungkasnya.
Editor: Erwin