Kalau pada Senin (5/1/2026) sore lalu kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan terjadi di simpang empat traffic light Kenyamukan, Jalan Ring Road, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (9/1/2026) sore kemarin peristiwa yang sama terjadi di di Jalan Mulawarman, tepatnya di depan Bengkel Etam RT 22, Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon dengan jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan lebih banyak, Sembilan.
Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh sebuah dump truck bermuatan batu koral yang mengalami kegagalan fungsi pengereman saat melintasi jalan menurun. Akibatnya, kendaraan berat tersebut kehilangan kendali dan menghantam sejumlah kendaraan di depannya.
Kendaraan yang terlibat dalam insiden ini terdiri dari tiga dump truck, satu mobil Toyota Hilux serta lima sepeda motor yang sedang terparkir di area bengkel. Dampak kecelakaan mengakibatkan tiga orang karyawan bengkel mengalami luka ringan.
Kapolsek Bengalon AKP Asriadi mengungkapkan, kecelakaan bermula saat dump truk Mitsubishi Fuso berwarna oranye dengan nomor polisi DD-8903-SC melaju dari arah Sangkulirang menuju Simpang Perdau.
“Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut tidak mampu melakukan pengereman secara normal. Sopir sudah berupaya mengendalikan laju kendaraan, namun kondisi jalan menurun membuat truk terus melaju,” ujar Asriadi saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/1/2025).
Dump truk tersebut kemudian menabrak Toyota Hilux yang berada di depannya hingga terseret masuk ke halaman bengkel. Lima sepeda motor yang sedang terparkir di lokasi turut terdampak akibat benturan keras tersebut. “Setelah itu, truk menghantam bangunan bengkel dan pohon mangga sebelum akhirnya terbalik," jelasnya.
Bak kendaraan yang terbalik kembali mengenai dump truk Isuzu lalu mendorongnya hingga bertabrakan dengan dump truk Hino dari arah berlawanan.
Adapun tiga karyawan Bengkel Etam mengalami luka lecet dan langsung mendapatkan perawatan medis. Sementara pengemudi dump truk Fuso hanya sempat mengalami sesak napas. "Kami akan menangani kasus ini secara menyeluruh dan profesional," tegas Asriadi.
Ia menekankan pentingnya tanggungjawab pengemudi kendaraan berat. Kendaraan harus dipastikan dalam kondisi layak jalan, terutama sistem pengereman, karena risiko kecelakaan bisa sangat fatal. “Petugas sudah melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan kendaraan," ucapnya.
Pihaknya berharap kejadian ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pengguna jalan agar lebih mengutamakan keselamatan. Kecelakaan seperti ini bisa dicegah jika seluruh pihak disiplin dan peduli terhadap keselamatan.
"Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 Juta. Kami imbau masyarakat menjaga keamanan di jalan raya,” tutup Asriadi.
Editor: Aspian Nur