Melalui program tersebut, Baznas menyalurkan bantuan sebanyak 100 ekor domba dengan nilai total mencapai Rp384, 800 juta sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui sektor peternakan.
Ketua Baznas Kutim, Masnif Sofwan mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Baznas dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif dan berkelanjutan.
Baznas memiliki amanah besar dari para muzaki, khususnya para Aparatur Sivil Negara (ASN) untuk mengelola zakat secara tepat sasaran. Program ternak domba dipilih karena memiliki potensi berkembang cepat dan dapat menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi kelompok penerima manfaat.
“Bantuan ternak ini kami harapkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Masnif.
Ia berharap, sektor peternakan dapat tumbuh sebagai penopang ekonomi daerah, sekaligus mendukung visi kemandirian pangan dan peningkatan produksi protein hewani di Kutim.
Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Domba Desa Citra Manunggal Jaya, Wagiso yang merupakan salah satu penerima manfaat mengatakan, bantuan ini diberikan setelah kelompoknya mengikuti proses persiapan yang cukup matang.
“Sebelum menerima bantuan, empat orang anggota kelompok kami mengikuti pelatihan khusus peternakan domba,” jelasnya.
Sehingga pihaknya telah memahami teknik perawatan, pemberian pakan hingga menjaga kesehatan ternak. Menurut Wagiso, pembekalan tersebut menjadi modal penting agar bantuan yang diterima dapat dikelola secara optimal.
“Bantuan ini menjadi penyemangat besar bagi kami untuk lebih serius mengembangkan usaha ternak domba,” jelasnya.
Peternakan Pangeran domba dikenal sebagai salah satu model peternakan modern mengedepankan inovasi, kualitas ternak, serta penguatan rantai pasok lokal.
Kolaborasi antara Baznas dan mitra peternakan ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan agribisnis berbasis pemberdayaan.
“Harapannya, ke depan kelompok kami bisa mandiri dan terus berkembang,” pungkasnya.
Editor: Erwin