Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, memastikan pemerintah daerah bersama aparat keamanan memberikan perhatian penuh terhadap kenyamanan umat Kristiani selama perayaan Natal.
Ia mengimbau pengurus jemaat agar tidak ragu berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila membutuhkan bantuan mendesak.
“Jika terjadi situasi darurat atau membutuhkan pelayanan segera, silakan menghubungi layanan panggilan darurat di call center 112,” ujarnya.
Dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Kutim mengerahkan total 991 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, serta unsur stakeholder terkait dan elemen masyarakat lainnya. Pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Lilin.
Selain itu, Polres Kutim juga mendirikan enam pos pengamanan dan pelayanan dengan total 164 personel yang berjaga. Pos-pos tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, yakni Jalan Pendidikan Sangatta, kawasan Kenyamukan, Teluk Pandan, Bengalon, Sangkulirang, dan Kongbeng.
Keberadaan pos ini difungsikan untuk pelayanan masyarakat, pengaturan lalu lintas, serta pengamanan aktivitas selama libur Nataru.
“Personel kami tempatkan di titik-titik strategis dengan mengedepankan pelayanan yang humanis agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” kata Kapolres Kutim AKBP Fuzan Arianto.
Pengamanan ibadah Natal menjadi salah satu fokus utama dalam Operasi Lilin. Sebanyak 92 lokasi tempat ibadah di wilayah Kutim mendapat pengamanan khusus, dengan estimasi jumlah jemaat mencapai sekitar 40 ribu orang. “Sterilisasi gereja dilakukan oleh tim khusus sebelum pelaksanaan ibadah,” pungkasnya.
Editor: Erwin