Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto melalui Kapolsek Bengalon AKP Asriadi kepada Korankaltim.com menjelaskan kronoligis kejadian tersebut.
Pria berusia 45 tahun itu diketahui pergi bersama dua temannya Melkisedek dan Kripinus Minggu untuk mencari ikan di lokasi yang sudah sering mereka datangi.
“Saat itu mereka membagi tugas. Dua temannya berada di atas pematang sungai memegang ujung jaring, sementara BB turun ke dalam air untuk membentangkan pukat ke tengah sungai,” jelas Asriadi saat dikonfirmasi Senin (22/12/2025).
Namun situasi berubah dalam hitungan detik. Ketika jaring belum terbentang sempurna, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menyambar tubuh BB.
“Dia sempat berteriak minta tolong. Kedua temannya panik dan ketakutan karena melihat buaya menyeret BB ke dalam air,” ungkapnya.
Teriakan BB menjadi suara terakhir yang terdengar sebelum tubuhnya hilang diterseret arus sungai. Dalam kondisi panik, kedua temannya segera berlari meminta bantuan warga sekitar dan keluarga BB.
Upaya pencarian sempat dilakukan pada malam hari, namun harus dihentikan karena jarak pandang nol serta ancaman buaya yang masih berada di sekitar lokasi kejadian.
“Pencarian malam hari sangat berisiko, sehingga dilanjutkan keesokan paginya bersama tim gabungan dan warga,” jelas Asriadi lagi.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil. Senin (22/12/2025) pagi tadi sekitar pukul 08.45 WITA, jasad BB ditemukan tidak jauh dari lokasi awal diterkam.
“Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke Puskesmas 110 Desa Tepian Baru untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.
Asriadi mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sungai. Mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di Sungai lebih meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di air saat senja dan malam hari. "Karena waktu tersebut merupakan jam rawan predator mencari makan,” ucapnya.
Editor: Aspian Nur