Direktur Utama Perumda TTBKT, Suparjan menjabarkan, terkait Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2026 akan menjadi penopang utama pelaksanaan berbagai program prioritas.
Program tersebut meliputi penguatan infrastruktur layanan, peningkatan kapasitas produksi air bersih, hingga pembenahan manajemen operasional perusahaan.
“Kami siap mendukung penuh arahan bupati. RKA 2026 kami siapkan sebagai fondasi utama agar percepatan pelayanan air bersih benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Suparjan.
Melalui rencana bisnis yang telah disusun dirancang lebih adaptif dengan mekanisme peninjauan setiap dua tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh target dan program tetap relevan dengan dinamika kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah.
“Renbis ini kami susun lebih terukur dan fleksibel. Evaluasi berkala menjadi kunci agar arah kebijakan tetap tepat sasaran dalam lima tahun ke depan,” jelasnya.
Melalui perencanaan yang matang dan evaluasi berkelanjutan, Perumda TTBKT menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan pelayanan air bersih di Kutim.
“Kami tidak hanya bicara soal perluasan jaringan pipa, tetapi juga peningkatan mutu layanan dan kemampuan merespons kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif,” lanjutnya.
Menurutnya, percepatan layanan air bersih tidak dapat dilepaskan dari keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, kesiapan teknis operasional, serta kemampuan anggaran perusahaan.
“Semua aspek itu harus berjalan beriringan. Penguatan pendataan, serta kolaborasi aktif percepatan cakupan layanan akan jauh lebih efektif,” ulasnya.
Hingga saat ini, cakupan pelayanan teknis Perumda TTBKT telah mencapai 80 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai progres signifikan dalam upaya pemerataan akses air bersih.
Editor: Erwin