Pelantikan enam pejabat pimpinan tinggi dan dua pejabat fungsional itu merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada peningkatan pelayanan publik. “Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi mengandung tanggung jawab besar," kata Ardiansyah pada pelantikan tersebut.
Ditegaskan orang nomor satu di Kutim itu, jabatan bukan hanya kedudukan atau penghargaan, melainkan amanah moral dan profesional yang harus dijaga. Pejabat yang dilantik diminta menjaga marwah pribadi dan keluarga, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat.
"Ruang lingkup masyarakat jauh lebih luas sehingga setiap pejabat harus mampu menjadi teladan. Lingkup pemerintahan itu kecil, tetapi masyarakat adalah lingkup yang besar," tegas Ardiansyah.
Integritas dalam menjalankan tugas disebutnya sangat penting terlebih berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kabupaten Kutim berada di posisi peringkat 10 diantara kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. “Ini harus menjadi pemicu bagi seluruh perangkat daerah. Integritas harus benar-benar ditunjukkan di masing-masing satuan kerja, meskipun bidang tugas dan beban kerja berbeda-beda,” paparnya.
Kutim masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga persoalan kemiskinan ekstrem, meskipun memiliki potensi besar di berbagai sektor.
“Pelantikan ini harus dimaknai sebagai awal untuk melakukan perubahan. Tunjukkan moral sosial, bukan hanya sebagai pribadi, tetapi sebagai aparatur negara,” ucap Ardiansyah.
Birokrasi Kutim didorong agar semakin adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Kemajuan teknologi harus menjadi salah satu barometer keberhasilan kinerja birokrasi. “Tidak boleh ada ego sektoral. Pejabat harus mampu menjadi motor penggerak organisasi, membangun kerja lintas sektor, dan memastikan kebijakan kepala daerah berjalan efektif,” tegas Ardiansyah.
Kunci keberhasilan birokrasi adalah kerja kolaboratif dan tim yang solid, dengan tujuan utama menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan dan berkualitas. “Tidak ada yang paling pintar dan hebat. Semua memiliki tugas dan fungsi masing-masing," tutupnya.
Pejabat yang Dilantik Bupati Kutai Timur
1. Yuwana Sri Kurniawati (Kepala Dinas Kesehatan).
2. Januar Bayu Irawan (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah).
3. Trisno (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah).
4. Jainuddin (Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ).
5. Arief Nur Wahyuni (Kepala Dinas Perkebunan).
6. Tabrani Aji (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang).
7. Agustinus Layuk (Auditor Ahli Utama Inspektorat).
8. Muhammad Yani (Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu)
Editor: Aspian Nur