Patroli ini difokuskan pada pemantauan kondisi banjir, keselamatan warga, serta kesiapsiagaan evakuasi apabila debit air meningkat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketinggian air di sejumlah titik permukiman warga bervariasi mulai dari 5 sentimeter hingga mencapai 48 sentimeter.
Aparat gabungan juga melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta memastikan kondisi rumah dan akses lingkungan yang masih tergenang air.
Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi mengatakan, patroli kemanusiaan ini merupakan upaya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi warga dan memantau perkembangan ketinggian air.
“Kami juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya listrik dan keselamatan anak-anak,” ujarnya.
Meskipun kondisi hingga saat ini situasi masih relatif aman. Untuk sementara, kondisi banjir masih dapat dikendalikan. “Kami tetap siaga dan tidak lengah apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba,” imbuh Asriadi.
Sebagai langkah antisipasi, aparat gabungan menyiagakan tiga unit perahu di lokasi rawan banjir. Perahu yang siapkan di titik-titik strategis.
“Ini sebagai bentuk kesiapan apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi warga atau penyaluran bantuan darurat,” jelasnya.
Patroli kemanusiaan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Guna memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi di tengah situasi bencana.
Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara personal, dibutuhkan kerja sama dan koordinasi yang kuat agar setiap langkah yang diambil tepat sasaran.
“Sinergi lintas instansi sangat penting dalam penanganan banjir,” tutupnya.
Editor: Erwin