Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan dengan penguatan kapasitas yang terus berlanjut, pihaknya berharap para ketua RT bisa menjadi motor penggerak pembangunan di lingkungan masing-masing.
“Sekaligus penggerak percepatan pelayanan publik yang lebih merata,” ujarnya.
Lanjutnya, ketua RT memegang peranan krusial, mereka bukan hanya penyampai informasi tetapi juga penyelesai persoalan pertama yang dihadapi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan birokrasi yang bergerak dari bawah. Para ketua RT yang paling memahami denyut kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ardiansyah, dukungan seperti kendaraan operasional menjadi instrumen penting agar RT dapat bekerja lebih efektif. Pihaknya ingin pelayanan di lapangan bisa semakin cepat direspons. “RT harus punya daya gerak yang memadai,” tuturnya.
Peran RT sebagai penghubung pemerintah dan masyarakat. Ia menilai fungsi strategis ini tidak akan pernah tergantikan oleh aparatur struktural.
Meski ada beberapa desa yang belum disalurkan kendaraan operasional karena memang menunggu giliran. Pemkab Kutim akan merampungkan distribusi di seluruh kelurahan dan desa.
“Mereka tahu kondisi lingkungannya lebih baik daripada siapa pun. Itu sebabnya peran RT harus terus diperkuat,” pungkasnya.
Editor: Erwin