Direktur Umum Perumda TTBKT Muhammad Ja’is, Direktur Teknik Galuh B Menanti, anggota dewas Andi Agri serta seluruh jajaran manajerial hingga kepala unit Perumda TTBKT hadir pada kegiatan ini.
Direktur Utama Perumda TTBKT Suparjan memberikan apresiasi kepada LPK Tirta Raharja yang bersedia hadir sebagai mitra dalam kegiatan pelatihan penguatan kapasitas.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim dari Perumdam Tirta Raharja. Kehadiran ini menjadi dorongan penting bagi kami untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pelayanan,” kata Suparjan kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Pelayanan air bersih di Kutai Timur tidak lepas dari tantangan geografis yang berat. Ia menggambarkan kondisi pelayanan Unit Busang dan Unit Sandaran yang memerlukan perjalanan hingga enam jam, sebagian harus ditempuh melalui laut.
“Daerah kami luas, aksesnya berat, tapi komitmen untuk hadir bagi masyarakat tidak pernah kami kurangi,” paparnya.
Saat ini Perumda TTBKT telah melayani sekitar 52.500 pelanggan di 18 kecamatan. Dalam perencanaan bisnis tahun 2026 mendatang, perusahaan menargetkan cakupan layanan mencapai 80 persen meskipun medan geografis Kutim sangat menantang.
“Kalau di Jawa perpindahan antarwilayah dekat, disini beda. Jarak 100 kilometer baru bertemu satu kecamatan. Inilah kondisi riil yang harus kami kelola setiap hari,” ungkap Suparjan.
Karena itulah mulai tahun depan seluruh strategi bisnis Perumda TTBKT akan diperkuat dengan penerapan manajemen risiko dan pengukuran RKA berbasis KPI.
“Kami ingin bergerak lebih profesional. KPI ini akan menjadi alat ukur yang memastikan setiap program membawa dampak nyata bagi peningkatan pelayanan,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur