Satlantas Polres Kutim Bagikan Helm Anak saat Operasi Zebra 2025 untuk Edukasi Keselamatan
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Inovasi baru dihadirkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur (Kutim) dalam pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025.
Tidak hanya menindak pelanggaran, mereka juga mengedepankan pendekatan humanis melalui edukasi keselamatan berlalu lintas.
Cara unik seperti menghadirkan cosplay dan membagikan helm khusus anak kepada para pengendara dilakukan yang mana langkah tersebut muncul dari keprihatinan polisi terhadap masih banyaknya anak yang dibonceng tanpa menggunakan helm, sebuah kebiasaan yang dapat menimbulkan risiko fatal.
Kasat Lantas Polres Kutim AKP Rezky Nur Harismeihendra mengatakan, mereka tidak ingin sekadar melakukan penegakan hukum. Edukasi menjadi bagian penting yang harus disampaikan di setiap operasi. "Kami masih menemukan anak-anak dibonceng tanpa helm. Kondisi ini sangat membahayakan," kata Rezky kepada Korankaltim.com Sabtu (22/11/2025) hari ini. “Pembagian helm anak kami lakukan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan mereka,” imbuhnya.
Pendekatan kreatif seperti cosplay dipilih untuk menarik perhatian masyarakat agar pesan keselamatan lebih mudah diterima. Penindakan memang perlu, tetapi membangun kesadaran jauh lebih penting. "Kami ingin orangtua benar-benar memahami kelalaian sekecil apa pun bisa membawa resiko besar bagi anak,” tegasnya.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memberikan apresiasi atas terobosan humanis tersebut. Kombinasi antara penindakan dan pendekatan edukatif akan lebih efektif dalam menekan angka pelanggaran lalu lintas, tidak hanya memberikan sanksi, tetapi juga menawarkan solusi. "Pembagian helm anak ini adalah simbol bahwa keselamatan generasi muda menjadi prioritas kami,” kata Fauzan.
Orangtua diingatkan agar selalu memastikan keselamatan keluarga saat berkendara. Helm bukan hanya kewajiban, tetapi pelindung nyawa. "Kami berharap orangtua benar-benar menempatkan keselamatan anak sebagai hal utama,” tambahnya.
Editor: Aspian Nur









