Kepala Seksi Pemadaman, Pengendali Operasi, dan Komunikasi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutim, Eko Purnomo mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.13 Wita hingga menghanguskan empat rumah dan menyebabkan dua rumah lainnya terdampak. Total ada enam rumah dengan 12 Kepala Keluarga (KK) yang terkena imbas kebakaran tersebut.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.35 Wita setelah warga, relawan, dan aparat setempat berjibaku melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
"Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, sementara nilai kerugian masih dalam proses perhitungan," jelas dia saat dikonfirmasi, Minggu (16/11/2025).
Ia menyebut kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah warga yang tak berpenghuni atau kosong. Karena bangunan mayoritas berbahan kayu, api cepat merembet ke rumah lainnya.
"Informasi yang kami terima awalnya api muncul akibat korsleting listrik dari salah satu rumah kosong," jelasnya.
Pemerintah desa telah melakukan pendataan awal terkait jumlah warga terdampak dan kebutuhan mendesak. Ada empat rumah yang benar-benar hangus dan dua rumah lainnya ikut terdampak.
"Saat ini kami fokus pada penanganan awal, termasuk pemenuhan kebutuhan darurat dan tempat tinggal sementara,” tambahnya.
Petugas keamanan desa dan relawan kebencanaan telah melakukan pengamanan area serta mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap instalasi listrik rumah masing-masing.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait kondisi instalasi listrik yang berpotensi memicu korsleting.
Editor: Erwin