Program ini mempertemukannya dengan berbagai praktik pembangunan desa terbaik di sejumlah wilayah seperti Beijing, Weifang, Longkou dan Yantai.
Selama kunjungan tersebut, Zeky mempelajari berbagai inovasi pembangunan, mulai dari penerapan smart agriculture atau pertanian cerdas, pemanfaatan sistem energi desa, hingga strategi pengelolaan potensi lokal berbasis kolaborasi masyarakat.
“Kami melihat bagaimana masyarakat di sana bahu-membahu mengambil peran utama dalam pembangunan. Ini tentu selaras dengan moto desa kami, bersama membangun desa,” ungkap Zeky kepada Korankaltim.com Jumat (14/11/2025).
Pengalaman itu membuka wawasan baru tentang bagaimana sebuah desa dapat berkembang pesat melalui tata kelola yang efisien, modern, namun tetap menjaga nilai kebersamaan. Menurutnya, Desa Tepian Langsat memiliki potensi besar yang bisa diolah dengan pendekatan yang lebih inovatif.
“Desa kami punya potensi besar. Kami ingin mengolahnya dengan cara yang lebih modern dan efisien,” sebut Zeky.
Tak hanya teknologi, ia menilai hal terpenting dari program ini adalah cara berpikir masyarakat Tiongkok yang selalu ingin belajar dan beradaptasi. Semangat itu yang ingin ia bawa pulang untuk menumbuhkan budaya kerja produktif di Tepian Langsat.
Ia pun menegaskan tekadnya menjadikan Tepian Langsat sebagai desa percontohan inovasi yang memadukan kearifan lokal dengan inovasi global.
“Kami ingin menunjukkan desa yang ada di Kutim juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Ini bukan akhir perjalanan, tapi awal dari perubahan,” pungkas Zeky.
Editor: Aspian Nur