Bocah 10 Tahun di Muara Bengalon Selamat Sempat Diterkam Buaya
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Warga RT 02 Dusun 01, Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon digegerkan peristiwa tragis.
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Warga RT 02 Dusun 01, Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon digegerkan peristiwa tragis.
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bernama Muhammad Zaki Ramadani alias Zaki diterkam seekor buaya saat berjalan bersama teman-temannya di sekitar kolong warung warga pada Minggu (9/11/2025) malam.
Saat kejadian, Zaki dan tiga temannya baru saja membeli mainan dan hendak pulang ke arah hilir. Tiba-tiba terdengar suara air ribut disertai tangisan anak kecil di bawah kolong warung milik seorang warga bernama Hujania.
“Saya dengar suara anak nangis dan air ribut. Waktu saya keluar, saya lihat Zaki sudah di mulut buaya, digigit di bagian badan sebelah kiri. Saya langsung tarik tangannya sambil teriak minta tolong,” tutur Hujania, saksi pertama di lokasi kejadian.
Teriakan wanita 35 tahun itu mengundang perhatian Suyatno, seorang petani tambak yang sedang duduk di depan rumah PKK tak jauh dari lokasi. Ia segera berlari dan terjun ke air untuk membantu menyelamatkan Zaki.
“Begitu saya lihat, buaya itu sudah memutar-mutar Zaki tiga kali. Saya langsung lompat dan pegang ekor buaya, tapi sempat lepas," jelas Suyatno.
Kemudian, buaya itu kembali membawa bocah tadi ke bawah kolong rumah warga dan membenturkan tubuhnya ke tiang rumah dua kali sebelum menenggelamkan.
Upaya penyelamatan semakin dramatis saat Andi Gunawan, warga setempat, ikut melompat ke air membantu membuka mulut buaya.
“Saya bantu Pak Suyatno di bawah air. Kami berusaha buka mulut buaya dan akhirnya korban bisa dilepaskan,” ungkap Andi.
Setelah berhasil diselamatkan, Zaki segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Kudungga Sangatta untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Bengalon AKP Asriadi mengimbau keluarga dan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak di sekitar sungai, khususnya pada malam hari ketika potensi serangan satwa liar lebih tinggi.
Warga juga diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar perairan pada malam hari.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban yang saat ini sedang menjalani perawatan intensif," jelas Asriadi.
Editor: Aspian Nur







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
7 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG