Kedua tim tampil ngotot dan saling adu strategi sejak menit awal. Sangkulirang membuka keunggulan lebih dulu melalui gol di menit ke-17, menutup babak pertama dengan skor 1-0. Memasuki babak kedua, tim asuhan Sangkulirang kembali menambah keunggulan di menit ke-54 dan memperlebar jarak menjadi 2-0.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Wasit bahkan harus beberapa kali mengeluarkan kartu kuning dan kartu merah akibat kerasnya permainan di lapangan.
Menjelang akhir laga, tepatnya di menit ke-89, Sangatta Utara mampu memperkecil ketertinggalan lewat eksekusi penalti, namun gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. Hingga peluit panjang dibunyikan, Sangkulirang menang tipis 2-1 atas sang juara bertahan.
Kemenangan ini memastikan Sangkulirang membawa pulang trofi bergengsi, medali emas, serta uang pembinaan senilai Rp100 juta.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa ajang Bupati Cup merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan olahraga, khususnya sepak bola di Kutai Timur. “Tentu kita terus dukung kegiatan positif. Mari jaga kebersamaan dan sportivitas,” jelasnya.
Langkah pembinaan atlet dan pengembangan potensi lokal harus terus diperkuat untuk menciptakan atlet profesional. Turnamen Bupati Cup antar kecamatan menjadi wadah penting untuk meningkatkan pengalaman dan kualitas permainan para pemain.
“Pentingnya pembinaan atlet muda lokal untuk mengasah kemampuan potensi di setiap wilayah Kecamatan,” jelasnya.
Ditambahkan, Plt Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro mengatakan, turnamen Bupati Cup 20205 merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengasah potensi.
“Kemenangan ini bukan sekadar memperebutkan piala atau juara. Tetapi dibarengi semangat persatuan dan dedikasi tinggi para pemain,” jelasnya.
Pihaknya mendorong generasi muda untuk berprestasi. Tim Sangkulirang memiliki potensi luar biasa yang harus terus didukung. “Olahraga itu harus sehat dan menyehatkan. Terpenting menjunjung tinggi sportifitas,” pungkasnya.
Editor: Erwin