Terkait dengan itu, tim gabungan yang terdiri dari perwakilan Forkopimda seperti TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, Dinkes hingga organisasi relawan dan komunitas yang adai di Kutim melakukan antisipasi dalam kesiapsiagaan tanggap bencana untuk memastikan wilayah tetap aman meski cuaca ekstrem mengintai.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menjelaskan, kewaspadaan harus menjadi sikap dasar di setiap lini, terlebih saat intensitas hujan meningkat.
Berdasarkan hasil data diterimanya, selama Oktober 2025 lalu Polda Kaltim mencatat 202 kejadian bencana mulai dari kebakaran, banjir hingga tanah longsor. Situasi tersebut menuntut langkah konkret dan kesiapan personel yang tangguh di lapangan.
“Kita harus tetap waspada dan memperkuat kesiapan dalam menghadapi potensi bencana, terutama saat musim hujan,” kata Fauzan saat memimpin apel kesiapan Selasa (4/11/2025) hari ini.
Sinergi lintas sektor menurutnya sangat penting. Semua disiapkan agar setiap unsur dapat bergerak cepat dan tepat saat bencana datang tanpa peringatan. Kolaborasi menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana terhadap keselamatan warga, infrastruktur, ekonomi dan psikologis masyarakat.
"Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab instansi tertentu, melainkan bentuk solidaritas bersama seluruh elemen daerah," tegas Fauzan.
Ada empat kompi pasukan gabungan disusun dengan perlengkapan taktis dan kendaraan operasional siap siaga. Pengecekan peralatan dilakukan langsung, memastikan setiap unit dapat berfungsi optimal saat dibutuhkat. "Mari tanamkan semangat gotong royong menghadapi bencana karena keselamatan warga selalu menjadi prioritas" pungkasnya.
Editor: Aspian Nur