Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman selaku inspektur upacara sekaligus membacakan amanat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan menekankan tentang tugas pemuda saat ini berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu pemuda berjuang dengan bambu runcing namun sekarang perjuangan melalui ilmu, kerja keras dan kejujuran.
"Namun semangatnya harus tetap sama berdiri tegak dan tidak boleh kalah. Hari sumpah pemuda harus menjadi pengingat bagi generasi muda," kata Ardiansyah.
Pemkab Kutim menekankan agar generasi muda untuk terus menjaga persatuan, semangat kebangsaan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
"Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas generasi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing," ujarnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk merefleksikan nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui semangat persatuan, gotong royong dan cinta tanah air, para pemuda diharapkan terus menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
"Dengan semangat kita dapat melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik dan berkeadilan," tutup Ardiansyah.
Editor: Aspian Nur
Foto: Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman secara khidmat membacakan amanat pada peringatan hari sumpah pemuda (Ist)