Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan berbasis keagamaan, khususnya pesantren yang menjadi pusat pembentukan karakter dan moral generasi muda.
“Pesantren telah terbukti menjadi benteng moral bangsa. Kita terus memberikan dukungan agar dapat tumbuh dan melahirkan generasi berilmu, berakhlak, serta cinta tanah air,” ujar Ardiansyah.
Seluruh santri diajak untuk meneladani perjuangan para ulama dan santri terdahulu yang telah berkontribusi besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Semangat perjuangan para santri harus terus hidup. Mereka bukan hanya pewaris ilmu agama, tetapi juga penjaga persatuan bangsa,” ucapnya.
Sementara Kepala Kantor Kemenag Kutim Akhmad Berkati menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan yang selama ini berjalan baik, terutama dalam memperkuat pendidikan Islam di tingkat daerah.
"Sebagai bukti nyata komitmen bersama untuk memajukan pendidikan Islam. Kami berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut demi kemajuan pesantren dan madrasah di Kutim,” kata Berkati.
Peringatan HSN tahun ini mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia". Dalam momentum tersebut, turut dilakukan penyerahan piagam izin operasional kepada Pondok Pesantren Darul Musthofa.
Untuk diketahui, rangkaian kegiatan HSN bakal ada parade lima ribu rebana dalam agenda "Santri Kutim Bersholawat Jilid III" yang berlangsung di Polder Ilham Maulana Sangatta akhir pekan ini.
Editor: Aspian Nur